News

Berikut Jurus Ampuh PDAM Atasi Penurunan Kualitas Air Baku

Published

on

Gambar : Manajer Produksi 1 Berthy Herwinda, S. KM

HABARPDAM.COM, BANJARMASIN – PDAM Bandarmasih Kota Banjarmasin memiliki jurus ampuh untuk mengantisipasi terjadinya penurunan kualitas air akibat musim penghujan.

Manajer Produksi 1 Berthy Herwinda, S. KM menjelaskan, bahwa air dikatakan keruh jika mengandung begitu banyak partikel bahan yang tersuspensi sehingga memberikan warna/rupa yang berlumpur dan kotor.

Ia menyampaikan, tingkat kekeruhan yang tinggi biasanya terjadi pada musim penghujan. Saat memasuki musim hujan, bahan baku air PDAM Bandarmasih yang berasal dari sungai cenderung mengalami perubahan tingkat kekeruhan bahkan bisa mencapai 600 hingga 700 Nephelometric Turbidity Unit (NTU).

“Pelanggan tak perlu khawatir akan hal tersebut. Sebab PDAM Bandarmasih sudah memiliki solusi untuk mengatasinya,” ucapnya pada habarpdam Rabu (12/1/2022).

Pihaknya memiliki enam langkah yang dilakukan untuk menjaga kualitas air baku dari sumber mata air sampai kepada ribuan pelanggannya.

PDAM Bandarmasih ini telah menerapkan strategi mengantisipasi kekeruhan air dengan melalui proses koagulasi (membubuhkan bahan kimia), proses flokulasi (pembentukan flok), proses sedimentasi (pengendapan), proses filtrasi (penyaringan), proses netralisasi (pengaturan ph dan pembubuhan bahan desinfektan) sampai menampung air olahan di reservoir dan mendistribusikannya ke pelanggan.

Selanjutnya, dilakukan proses koagulan untuk menjernihkan air sesuai kebutuhan di instalasi yang didahului dengan melakukan jar test terlebih dahulu.

Tidak hanya koagulan di tingkat pengolahan air saja, langkah lainnya yang rutin dilakukan PDAM Bandarmasih adalah melakukan pemeriksaan kualitas air baku dan air olahan setiap dan di instalasi setiap dua jam sekali oleh operator pengolahan.

Strategi selanjutnya adalah melakukan uji laboratorium oleh analisis laboratorium terhadap beberapa parameter. Tujuannya agar dapat memastikan bahwa air olahan produksi yang didistribusikan sudah sesuai dengan standar yang dipersyaratkan oleh Permenkes (Peraturan Menteri Kesehatan) 492 Tahun 2010.

Tidak cukup hanya itu, sebelum didistribusikan ke para pelanggannya, PDAM Bandarmasih melakukan pengurasan reservoar sebagai tempat penampungan air olahan di instalasi sebelum air didistribusikan ke pelanggan secara berkala.

Langkah terakhir, melakukan flushing (pembilasan) jaringan perpipaan yang dilakukan oleh petugas Transmisi dan Distribusi (TRD) secara rutin dan berkala sesuai kebutuhan.

“Apabila air yang didistribusikan ke pelanggan mengalami kekeruhan, maka dipersilakan pelanggan untuk melaporkannya ke Call Center. Kami akan segera menindaklanjutinya dan mencari penyebab serta solusi akan masalah tersebut,” tandasnya. (Nda)

Populer

Copyright © Habar PDAM 2020

Exit mobile version